Minggu, 27 Mei 2012

Kiat Menjaga Hafalan

Pertanyaan:
assalamualikum ustad, bagaimana agar hapalan al-qur’an atau hadist tidak mudah lupa, karena ana sering menghapal al-qur’an tapi susah sekali mengingatnya???
Jawaban:

Al-Qur’an adalah kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia adalah perkataan yang paling utama dan sarat dengan hukum-hukum, membaca dan menghafalkannya merupakan ibadah yang meluluhkan hati, membuat jiwa menjadi khusyu dan memberi manfaat lain yang tidak terhitung. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar selalu menjaganya supaya tidak lupa. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata.
“Jagalah (hafalan) Al-Qur’an, demi Dzat yang jiwaku  berada tanganNya,
sesungguhnya Al-Qur’an itu sangat cepat terlepas melebihi (lepasnya) unta dari ikatannya” (HR Bukhari dan Muslim).



Adapun cara menjaga hafalan diantaranya;
1. Sering dan rutin  me-muraja’ah (mengulang-ulang ) hafalan dengan menghkususkan waktu untuk muraja’ah. Misalnya setiap selesai shalat fardhu. Disamping itu memanfaatkan waktu-waku ‘bengong’ (dimana tidak memungkinkan untuk mengerjakan suatu aktivitas lain) dengan mengulang-ulang hafalan. Misalnya disaat perjalanan pergi/kembali tempat kerja/kuliah/beraktifitas (baik dengan berjalan kaki atau berkendaraan) atau bahkan sambil menunggu pesanan di warung makan*. Membaca hafalan di dalam shalat  juga merupakan cara yang sangat baik untuk melengketkan dan melancarkan hafalan. Tetapi sebaiknya yang dibaca di dalam shalat adalah hafalan yang benar-benar lancar atau di-muraja’ah sebelum shalat.
2. Bertakwa kepada Allah dan menjauhi maksiat dan dosa. Allah Ta’ala berfirman: “… Bertakwalah kalian kepada Allah niscaya Allah akan mengajar kalian…” (QS. al-Baqarah: 282).
Karena kemaksiatan dapat menghalangi seseorang dari mendapatkan ‘ilmu. Al-Imam Asy-Syaafi’i yang sangat terkenal dengan kecerdasan dan kekuatan hafalannya pernah mengadu kepada gurunya Waki’ tentang memburuknya hafalan beliau. Oleh gurunya beliau dianjurkan untuk meninggalkan maksiat. Beliau mengabadikan hal tersebut dalam sebuah sya’ir “Aku mengadu kepada (guruku) Waki’ atas buruknya hafalanku, Maka diapun memberiku menasihatiku untuk meninggalkan maksiat. Dia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat.
3. Berdo’a dan memohon kepada kepada Allah agar diberikan taufiq dan kemudahan di dalam menghafal al-Qur’an. Allah Ta’ala sendiri telah menegaskan sebanyak empat kali di dalam al Qur’an (QS. al-Qamar :17, 22, 32, dan 40), bahwa Dia telah mudahkan al Qur’an ini untuk dipelajari (termasuk dihafal).


Sumber: http://wimakassar.org/wp/2010/11/10/kiat-menjaga-hafalan/#ixzz1w2tau8q5

0 komentar:

Poskan Komentar